Logo Pegadaian
Close Menu

Pegadaian & Muslimat NU Bidik Inklusi Keuangan di Segmen Perempuan

06 Aug 2019 | 159 views

Jakarta, 5 Agustus 2019 - PT Pegadaian (Persero) mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan perekonomian perempuan lewat industri gadai, melalui penandatanganan kerja sama dengan Muslimat NU. Penandatanganan perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Harianto Widodo dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Rumah Dinas Gubernur Jatim, Jalan Pasuruan No 16, Kawasan Jakarta Pusat.

Muslimat NU sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia sendiri memiliki anggota mencapai 32 juta orang, berasal dari jamaah yang tersebar di 33 Pimpinan Wilayah (PW), 524 Pimpinan Cabang (PC), 2.295 Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan 26.000 Pimpinan Ranting (PR). Hal tersebut sesuai dengan perkembangan nasabah pengguna produk Pegadaian yang mayoritas adalah perempuan.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Harianto Widodo mengatakan, hingga Juni 2019 perusahaan mencatat profil nasabah perempuan memiliki persentase sebesar 63 persen dari total 12,1 juta nasabah. Sedangkan profil nasabah laki-laki hanya 37 persen dari total nasabah.

"Kerjasama dengan Muslimat NU ini sangat strategis karena kami melihat bahwa usia nasabah kami kini lebih didominasi perempuan," tambahnya.

"Pegadaian mendapatkan kesempatan untuk memperluas kanal distribusi melalui kemitraan dengan Muslimat NU. Melalui kemitraan ini, kami juga berharap dapat meningkatkan literasi keuangan terutama di segmen Ibu-ibu yang dimiliki oleh Muslimat NU.”

Harianto menjelaskan dalam kerja sama ini, Pegadaian bertanggung jawab terhadap ketersediaan personel, materi, dan sarana penunjang yang diperlukan dalam pelaksanaan program literasi dan edukasi kepada para anggota Muslimat NU tentang produk-produk perseroan, khususnya produk Pegadaian Amanah, Arrum Mikro, Arrum Haji, Arrum Haji Tabungan Emas, dan Tabungan Emas.

"Dengan jumlah anggota mencapai 32 juta jiwa di seluruh Indonesia, Muslimat NU akan memiliki peran sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Terlebih, Muslimat NU memiliki anggota ibu-ibu yang bergerak melalui pemberdayaan UMKM. Hal ini, memberikan kesempatan kepada Pegadaian untuk memasarkan produk dan sistem layanannya secara luas,” ungkap Harianto. Kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak ini ke depannya mampu mengoptimalkan setiap potensi ekonomi yang ada dan memberikan kontribusi positif bagi negara.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa sangat mengapresiasi adanya sinergi antara Pegadaian dengan Muslimat NU tersebut. Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan literasi keuangan dan memberdayakan anggota Muslimat NU. “Kami sangat mengapresiasi sinergi ini. Melalui kerja sama ini, kami juga berharap dapat membantu menumbuhkan tingkat kesejahteraan di pedesaan.”