Logo Pegadaian
Close Menu

Pegadaian 3 Kali Raih BUMN Sektor Keuangan Terbaik di TFI ke 15

20 Dec 2018 | 636 views

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) untuk ketiga kalinya terpilih sebagai BUMN Terbaik untuk sektor keuangan bidang pembiayaan dan keuangan lainya dalam acara penganugerahan Tokoh Finansial Indonesia (TFI) ke 15, karena dinilai berhasil mengusung inovasi dan strategi baru dalam pengembangan bisnis di tengah perlambatan ekonomi.

Penghargaan ini diberikan oleh Majalah Investor kepada Pegadaian atas kinerja BUMN dengan menggunakan penilaian kualitatif, sumber informasi sekunder dan diskusi intensif di antara dewan juri. Adapun para dewan juri a.l. Ekonom Aviliani, Dewan Audit OJK Hotbonar Sinaga, Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia Suheri, Firmanzah Rektor Paramadina, Ketua Kajian Asosiasi Emiten Indonesia Gunawan Tjokro.

 

"Ketika semua industri keuangan dituntut untuk survive karena berbagai tantangan lokal maupun global, Pegadaian tetap mampu membukukan kinerja keuangan yang positif, sehingga dinilai layak menjadi inspirasi bagi perusahaan lain," ungkap Ninis Kesuma, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis, disela-sela penganugerahan TFI dan BUMN Terbaik ke 15, Rabu (19/12), di Jakarta.

 

Ninis Kesuma menambahkan penghargaan ini diberikan kepada Pegadaian karena dinilai sigap dalam menghadapi disrupsi dan turbulensi. "Ketika lingkungan bisnis keuangan mengalami perubahan yang dinamis, Pegadaian mampu terus bertumbuh dan melakukan transformasi bisnis."

"Award ini tidak hanya menjadi motivasi bagi jajaran pimpinan Pegadaian, melainkan segenap karyawan untuk terus menciptakan inovasi dan meningkatkan kinerja perusahaan. Terlebih Pegadaian merupakan perusahaan yang bergerak di industri keuangan non bank, yang berubah dengan cepat dan sangat kompetitif di era digital,” ujarnya.

Dia menambahkan penghargaan ini menjadi pembuka jalan Pegadaian  untuk melantai di bursa pada 2022. "Kami saat ini masih sedang merampungkan proses transformasi dan mempersiapkan aksi korporasi tersebut, sekaligus menunggu izin dari Kementerian BUMN. Pegadaian menjadi perusahaan terbuka bukan hanya untuk mencari pendanaan baru, tapi untuk meningkatkan manajemen perusahaan untuk lebih profesional dan transparan,” kata Ninis Kesuma.

Hal ini dilakukan untuk menjadikan Pegadaian menjadi The Most Valuable Finance Company dan agen inklusi keuangan. Selain itu, Pegadaian juga menyiapkan tim organisasi dan manajemen proyek agar memiliki sumber daya manusia (SDM) dan sistem yang kuat.

 

Saat ini Pegadaian sedang bertransformasi untuk menjadi lebih muda(h) di usianya yang ke 117 tahun, dengan menyasar anak muda (milenial). Dia mencontohkan dibukanya The Gade Coffee and Gold sebagai bentuk layanan Prioritas, yang telah didirikan di seluruh Wilayah di Indonesia dan tercatat hingga Desember 2018 telah mencapai 20 outlet. Meluncurkan aplikasi layanan Pegadaian Digital Service (PDS), yang hingga saat ini telah mencapai 100.000 lebih pengunduh. Sedangkan untuk kalangan mahasiswa, Pegadaian meluncurkan produk gadai tanpa bunga, yang diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi kalangan mahasiswa untuk bertransaksi di Pegadaian.

 

β€œIni akan menambah tenaga untuk memperkuat dari sisi keuangan dan kontribusi masyarakat terhadap Pegadaian. Walaupun begitu Pegadaian tidak akan meninggalkan core bisnis, tetap gadai," tegasnya.

Kinerja Keuangan Positif

 

Kinerja Pegadaian pada kuartal ke III 2018 tercatat positif. Laba bersih perseroan naik 6,39 persen year on year (yoy) per September 2018. Dibandingkan periode yang sama tahun 2017 capaian laba bersih meningkat dari Rp1,86 triliun menjadi Rp1,98 triliun. Pada periode yang sama pendapatan usaha perseroan juga meningkat 9,37 persen sebesar Rp8,47 triliun. Sementara beban usaha turun menjadi Rp5,01 triliun.

 

Posisi Outstanding Loan (OSL) hingga September 2018 mencapai Rp39,68 triliun atau meningkat dibandingkan dengan periode yang sama 2018 sebesar Rp36,360 triliun. Dari sisi aset, perseroan mampu membukukan kenaikan 7,93 persen yoy dari Rp47,83 triliun menjadi Rp51,62 triliun.

 

Sementara itu, kinerja yang positif lainnya juga ditunjukkan dengan penurunan angka Non Performing Loan (NPL) gross atau kredit bermasalah menjadi 1,8 persen dan NPL Nett 0,2 persen. Sedangkan Return on Equity (ROE) dan Return On Assets (ROA) masing-masing menunjukkan kenaikan yang signifikan sebesar 13,8 persen dan 5,1 persen. Sedangkan target laba kita bersih ditargetkan naik menjadi Rp2,7 triliun dari 2017 sebesar Rp2,5 triliun.

 

Kinerja keuangan Pegadaian selama kuartal lll 2018 memiliki omset mencapai Rp 87,031 triliun dan ditargetkan hingga akhir tahun ini mencapai Rp 130 triliun. Sedangkan untuk laba bersih juga ditargetkan sebesar Rp 2,7 triliun, naik dari perolehan 2017 sebesar Rp 2,5 triliun. Perseroan juga menargetkan aset meningkat menjadi Rp 58 triliun serta jumlah penyaluran pinjaman naik sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 48,3 triliun.

 

Indikator penilaian yang dilakukan oleh pihak Majalah Investor dan kesepakatan tim juri, adalah seleksi awal berdasarkan atas kinerja finansial pada masing-masing sektor. Pendekatan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan adalah improvement dan achievement dan untuk adjustment dilihat dari kinerja Juni 2018.

 

Untuk kategori BUMN Terbaik bidang Keuangan dan Pembiayaan, indikator penilaian menggunakan kriteria ROA, ROE, DER, pertumbuhan laba bersih, aset, dan pertumbuhan pendapatan setahun. Perusahaan pembiayaan terbaik berdasarkan seleksi tersebut kemudian di peringkat kembali berdasarkan achievement dan improvement ROA dan ROE, hingga jumlahnya menciut menjadi tiga perusahaan dan kemudian dipilih lewat polling.

 

Beberapa penghargaan lainnya yang diterima Pegadaian antara lain, The Most Active Issuer, Top Public Relations, Wajib Pajak yang Berkontribusi The Most Promising Company in Strategic Marketing, Tactical Marketing, Marketing 3.0, Brand Campaign, Special Mention in Marketing Innovation, The Most Admire Companies, BUMN Berpredikat Sangat Baik, Top 3 Financial Non Banking, dan Winner of The Best Marketing.